H. Afief Mundzir: Setiap Program dan Kegiatan Harus Dipublikasikan agar Publik Mengerti

Dengan pelatihan ini, diharapkan guru madrasah dan penyuluh agama di Kabupaten Batang dapat menjadi kontributor berita yang aktif, sehingga seluruh kegiatan Kemenag lebih dikenal dan diapresiasi masyarakat luas.

Admin
3 Min Read
????????????????????????????????????

Kementerian Agama Kabupaten Batang menggelar pelatihan jurnalistik bagi guru madrasah dan penyuluh agama Islam. Kegiatan yang berlangsung di aula lantai dua Kantor Kemenag Kabupaten Batang ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis berita dan menjadi kontributor aktif.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu H.M. Afief Mundzir, Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, serta Lutfi Hanafi, wartawan Radar Jawa Pos Pekalongan.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Abdul Wahab, menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kemampuan menulis berita yang baik dan benar untuk dipublikasikan di website Kemenag Kabupaten Batang maupun Kanwil Jawa Tengah.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batang, H.M. Aqsho, dalam sambutan pembukaannya mengakui bahwa meski Kemenag Batang memiliki banyak kegiatan, pemberitaan tentang institusi tersebut masih sangat minim.

“Kemenag Kabupaten Batang ini besar. Banyak kegiatan di madrasah, satker, KUA, dan potensi lainnya, tapi seakan sepi karena kurangnya pemberitaan,” ujarnya.

H.M. Aqsho berharap para peserta segera mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mempublikasikan kegiatan positif Kementerian Agama.

Afief Mundzir: Humas Tak Boleh Mengeluh

Narasumber pertama, H.M. Afief Mundzir, membuka cakrawala peserta dengan paparan yang lugas dan penuh pengalaman. Ia menekankan pentingnya publikasi setiap program dan kegiatan.

“Seorang humas tidak pernah mengeluh ketika dihadapkan pada kondisi yang paling tidak menguntungkan sekalipun. Saya mengalaminya sendiri bersama tim yang sangat minim, namun dapat membuahkan banyak hal penting bagi Kanwil Kemenag Jawa Tengah,” ungkapnya.

Afief menambahkan bahwa publikasi berita sangat krusial agar masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh Kementerian Agama.

“Bila kita meluangkan sedikit waktu untuk menulis berita tentang pekerjaan masing-masing—guru di bidang pendidikan, penyuluh di bidang kepenyuluhan—maka semua kegiatan akan langsung mendapat respon dari masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan revitalisasi KUA yang digagas Menteri Agama, yang bisa menjadi bahan berita menarik bagi para penyuluh.

Praktik Langsung Teknik Menulis dan Fotografi

Narasumber kedua, Lutfi Hanafi, menyampaikan materi teknis penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik. Ia menekankan pentingnya menjaga keberimbangan, faktualitas, dan objektivitas.

“Menulis berita harus mengikuti kaidah jurnalistik, artinya ada ketentuan yang harus diikuti: faktual, berimbang, dan tidak memihak,” tegas Lutfi.

Selain teori, ia juga memberikan praktik langsung tentang pengambilan foto menggunakan ponsel. Peserta diajak mencoba memotret dan membuat caption yang tepat agar foto benar-benar mewakili isi berita.

Di sesi akhir, peserta antusias mengikuti praktik penulisan berita sederhana. Suasana pelatihan terlihat hidup dan penuh semangat belajar.

Dengan pelatihan ini, diharapkan guru madrasah dan penyuluh agama di Kabupaten Batang dapat menjadi kontributor berita yang aktif, sehingga seluruh kegiatan Kemenag lebih dikenal dan diapresiasi masyarakat luas.

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Content is protected !!